header

Newsnews

plagiarisme musik dan hukum moral

11 Feb 2010 2:10pm

AKHIRNYA Profesor Anak Agung Banyu Perwita PhD dikeluarkan dari Universitas Katolik Parahiyangan Bandung karena terbukti melakukan tidak plagiarisme. Guru besar hubungan internasional ini terbukti mencontek karya ilmiah orang lain. Makalah contekan yang dimuat di harian The Jakarta Post itulah yang membuka tabir kecurangan Banyu Perwita.


Pada penyelidikan lebih jauh, Unpar menemukan 3 tulisan Banyu Perwita lain yang juga hasil contekan. Agaknya menjiplak telah menjadi kebiasaan dosen muda idola mahasiswa ini. Mungkin masih banyak karya Banyu Perwita hasil jiplakan yang belum ketahuan. Asumsi ini masuk akal mengingat banyak sekali karya ilmiah Banyu Perwita yang dimuat di berbagi media massa dan jurnal ilmiah.


Di kalangan intelektual yang berbudaya tinggi, plagiarisme dianggap sebagai tindakan tercela dan mamalukan dan pelakunya terancam hukuman berat, bukan hukum formal tapi moral. Dalam kasus ini, Banyu Perwita dipecat dari Unpar. Tapi hukuman yang paling berat -saya rasa- adalah pencabutan gelar profesornya. Seorang guru besar yang dicabut gelarnya ibarat pejabat yang dipecat tidak dengan hormat. Akibat perbuatannya Banyu Perwita tidak hanya kehilangan pekerjaan tetapi juga kehormatannya.


Lalu apa tindakan Banyu Perwita terhadap tuduhan itu? Ia mengakui kesalahanya melakukan tidak plagiarisme, dan bersedia menerima sanksi apapun yang dijatuhkan kepadanya. Namun sebelum putusan Unpar diambil ia mengajukan surat pengunduran diri, sebagai bentuk pertanggungjawabannya tidak saja kepada tempatnya bekerja, tapi juga [terutama] pada komunitas akademis. Sebuah tindakan yang terpuji.


Plagiarisme Dunia Musik


Lalu bagaimana plagiarisme dikalangan musisi?


Mungkin masih jelas dalam ingatan kita bagaimana ramainya berita tentang Coldplay yang dituduh menjiplak karya Joe Satriani yang berujung pada gugatan hukum.


Dalam gugatannya yang diajukan ke Pangadilan Los Angeles pada bulan Desember 2008, Satriani menuduh Coldplay telah menjipkak "If I Colud Fly" karya musiknya untuk digunakan pada lagu "Viva La Vida." Pada pers Satriani mengatakan bahwa sejak pertama kali mendengar Viva La Vida ia sangat yakin Coldplay melakukan plagiarisme.


Walaupun pada awalnya pentolan Coldplay, Chris Martin membantah tudingan itu, pada akhirnya ia sepakat untuk memberi kompensasi sejumah uang pada Satriani. Kesepakatan damai -yang bisa diartikan Coldplay telah mengakui kesalahannya- terjadi di pengadilan pada 16 September 2009.


Plagiarisme dibidang musik telah lama terjadi tapi cuma sedikit yang berujung pada penyelesaian sengketa di pengadilan. Selama ini plagiarisme di bidang musik cuma berujung pada isu dan desas-desus. "Grup a menjiplak karya grup b; atau penyanyi x menggunakan riff karya penyanyi y," cuma jadi pembicaraan yang bergema di ruang hampa.


Hal ini sungguh mengherankan mengingat sikap musisi yang sangat keras menentang pembajakan. Ada dualisme sikap disini, disatu sisi mereka getol menentang pembajakan [lepas dari hasilnya yang nol besar], di sisi lain mereka dan masyarakat selaku stake holder bersifat sangat permisif terhadap tidakan penjiplakan.


Atau.. ini bisa dibaca begini, karya musik -khususnya di Indonesia- kurang dihargai pertama-tama dan terutama oleh musisi sendiri sebagaimana dunia intelektual menghargai karya tulis. Jika asumsi ini benar keadaan ini sungguh sangat memprihatinkan.


Logikanya, jika sebuah karya musik dianggap sebagai karya intelektual yang tinggi nilainya, setiap upaya penjiplakan sudah selayaknya diganjar dengan "hukuman." Orang tidak bisa seenaknya menggunakan seluruh atau sepotong lagu karya orang lain untuk lagu ciptaannya sendiri, dan mengklaim lagu itu sebagai karyanya.


Hati Nurani


Aturan tentang "penjiplakan lagu," sebut saja begitu, memang belum jelas benar. Ada klausul yang menyebutkan kalau batasan menjiplak itu 8 bar. Tapi apa benar jika kita cuma menggunakan 6 bar, atau mengubah sedikit melodi lebih dari 8 bar berarti tidak menjiplak?


Sebagai pegangan, peraturan/undang-undang/konvensi ini sangat lemah dan mudah disiasaiti oleh orang yang memang berniat curang.


Yang lebih diperlukan -meminjam istilah Mudji Sutrisno- adalah membangkitkan kesadaran bersama. Kesadaran bahwa sebuah karya musik itu bernilai tinggi, dan menjipak karya orang lain, sebagian apalagi seluruhnya, adalah tindakan tercela.


Jika ingin musik dihargai seperti karya ilmiah, kesadaran bersama ini mesti dibangun. Dan itu harus dimulai dari para musisi sendiri. Dengan demikian orang akan malu jika mejiplak karya orang lain. Mungkin tidak ada tuntutan ganti rugi atau gugatan pengadilan yang diajukan, tetapi secara moral, penjiplak akan merasa terhina jika perbuatanya ketahuan.


Budaya malu [menjiplak] inilah yang sangat kurang di bidang musik. Mereka yang diindikasikan menjiplak dengan entenag mengatakan bahwa lagu ciptaanya itu cuma terinspirasi bukan mencontek. Di Malaysia kalangan intelektual kampus telah menggunakan software yang bisa mendetekasi sebuah karya ilmiah itu orisinil atau jiplakan. Perangkat yang sama mestinya juga bisa diciptakan untuk komposisi musik.


Tapi lepas dari itu, hukuman moral ini -dalam kasus ini- rasanya akan jauh lebih efektif ketimbang pasal-pasal pidana.


Sebagai ilustrasi, Thomas dalam proses pembuatan album self title Gigi merasa bahwa salah satu lagu di album tersebut interlude nya mirip dengan lagu PAS band. Ia lalu mengajak Armand, Budjana, Hendy, dan manajemen membahas masalah ini. Ada yang sependapat dengan Thomas, ada juga tidak. Yang terkahir ini menganggap kedua lagu itu nggak mirip.


Tapi akhirnya kami sepakat mengganti bagian tersebut, padahal sudah di mixing. Bagi kami, Gigi dan manajemen, menghargai karya orang lain itu penting, sepenting kami ingin orang lain menghargai karya kami. (son/POSe)



« kehalaman sebelumnya | kembali keatas

Komentar


2010-02-11 21:27:54 - luthfi
Setuju banget!! Sebuah lagu atau karya musik lainnya seharusnya dihargai sama dengan sebuah tulisan karya ilmiah yg sangat dijunjung tinggi di dunia pendidikan. Karena tidak mudah untuk menciptakan sebuah lagu (karya musik) yg baik dan \'bagus\'. Dalam mußik selain lirik sudah pasti bagus (enak didengar) juga menjadi suatu kesulitan tersendiri dalam penciptaan/pembuatannya. Untuk itu perlu di apresiasi yg sangat. Tinggi utk GIGI yg banyak menciptakan lagu (musik) yg baik, bagus dan ber\"kelas\". Hidup GIGI!!!
2010-02-11 21:37:53 - luthfi
Setuju banget!! Sebuah lagu atau karya musik lainnya seharusnya dihargai sama dengan sebuah tulisan karya ilmiah yg sangat dijunjung tinggi di dunia pendidikan. Karena tidak mudah untuk menciptakan sebuah lagu (karya musik) yg baik dan \\\\\\\\\\\\\\\'bagus\\\\\\\\\\\\\\\'. Dalam mußik selain lirik sudah pasti bagus (enak didengar) juga menjadi suatu kesulitan tersendiri dalam penciptaan/pembuatannya. Untuk itu perlu di apresiasi yg sangat. Tinggi utk GIGI yg banyak menciptakan lagu (musik) yg baik, bagus dan ber\\\\\\\\\\\\\\\"kelas\\\\\\\\\\\\\\\". Hidup GIGI!!!
2010-02-11 21:39:31 - luthfi
Setuju banget!! Sebuah lagu atau karya musik lainnya seharusnya dihargai sama dengan sebuah tulisan karya ilmiah yg sangat dijunjung tinggi di dunia pendidikan. Karena tidak mudah untuk menciptakan sebuah lagu (karya musik) yg baik dan \\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\'bagus\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\'. Dalam mußik selain lirik sudah pasti bagus (enak didengar) juga menjadi suatu kesulitan tersendiri dalam penciptaan/pembuatannya. Untuk itu perlu di apresiasi yg sangat. Tinggi utk GIGI yg banyak menciptakan lagu (musik) yg baik, bagus dan ber\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\"kelas\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\". Hidup GIGI!!!
2010-02-11 23:11:55 - Redydian
Perangi Plagiarisme!
2010-02-12 13:58:39 - Heru Hidayanto
Uyyeeaaaach......itu betul sekali. Setuju banget dengan isi content diatas....salut buat penggantian bagian lagu, yg padahal sudah mixing itu....... P,L & R
2010-02-12 23:14:11 - Ivan Rifani
Wah... ane saluuuuuuut bgt buat GIGI.. my Favorite band dh.. my best.. di sela keputusasaan gw terhadap karya Band Indonesia, GIGI memberikan harapan bahwa Indonesia masih py Band yg berisikan benar2 musisi...
2010-02-12 23:51:40 - ray_sa yudha
plagiarisme ya? mslah\\\'y disini org dah t\\\'lanjur biasa ja wat beli brang bjakan... sifat permisif itulah yg akhir\\\'y bwa org yg awal\\\'y nentang jdi pustus asa & ujung\\\'y ikutan...mungkin nasib musik indonesia dah kyk gini... kita bisa teriak2 berantas p\\\'bajakan...tpi toh gak k\\\'dengeran jg gaung\\\'y di masyarakat... ya deh! pkok\\\'y gigi trs b\\\'karya ja... hidup gigi!!! kita tunggu karya t\\\'bru\\\'y yg pasti keren...P,L,N\\\'R
2010-02-13 12:54:18 - manic debyan
Gud Job Guys.... musisi yg mau menerapkan unggah ungguh dalam bermusik.... two tumbs up...: )
2010-02-14 11:08:51 - Fulkhrim losari
The keep Peace,Love N Respect GIGI band pemacu motivasi.stop plagiarisme!XXX
2010-02-14 19:43:41 - londo
sebuah pendewasaan yang bagus dr GIGI buat industri musik kita,S'mga skap kyk gni m'beri contoh tuk generasi skrng.peace,LovE n RespecT GIGI
2010-02-14 22:08:45 - Dwi Hartanto
tapi emang aturannya harus jelas jg, ini agak rumit. kalo ada lagu dianggap menjiplak/mirip, ttp yg bikin lagu ga pernah dengerin lagu yg dimaksud gimana coba? ato 2 lagu yang mirip, tp emang wktu dibikin 2 lagu hampir bersamaan gimana jg?
2010-02-15 20:22:42 - aaaa
selain itu (mungkin) masih banyak tindak kriminal dlm industri musik, terutama di indonesia... demi eksistensi, beli lagu misalnya.....????? harap menjadi renungan buat band2 besar, kasihan fansnya... n buat akang2 GIGI gua percaya kok......
2010-02-21 10:16:14 - GIGIKIT@ semarang
Butuh musikalitas yang tinggi untuk menghindari plagiarisme ... Dan hanya GIGI dan angkatan 90'an yang bisa menghindari plagiarisme .... PLR !! (NB : Buat admin, Kasih video2 jadul GIGI donk ... pngen bgt liat VC Nirwana ... )
2010-02-25 23:23:58 - krisnawan
seni memang harus keluar dari hati nurani, setiap musisi harusnya punya tanggung jawab moral buat penikmatnya. gigi we always alway love you
2010-02-26 23:26:21 - Udayansyah
No Coment..
2010-02-28 13:07:50 - Restu Yoga Setia
Hidup GIGI....!!!!
2010-03-01 17:26:20 - achonk
Setuju bgt!!! Musisi sekarang memang hanya memikirkan bagaimana agar mereka menjadi tenar dan karya2 yg mereka ciptakan pada akhirnya tidak mengindahkan estetika sebuah karya bermusik itu sendiri...Salut bwt GIGI n Pos management!!!
2010-03-03 21:33:44 - kakak adek
smoga GIGI tetap eksis....amin
2010-03-03 22:47:37 - irvan n'zoom
GIGI....dulu, sekarang, dan untuk masa depan.........PL'NR
2010-03-05 17:52:43 - Ryan
Apapun yg gigi lakukan n hasilkan mnrtq,GIGI IS THE BEST BAND in INDONESIA!
2010-03-06 21:49:29 - gendy ramadhan
GIGI te''p no 1 d hti qwu!!!!! wlw bnyak bend pndtang baru. GIGI te''p lah GIGI!!!!!!! yg sllu mwrnai msik indonesia!!! skses trus bwt GIGI!!!!!!!!! by GIGIKITA MJLYA!!!!!!!!!
2010-03-07 00:10:48 - dhany
gigi mang mantap dri dulu tp gmn C crnya jdi gigi kita....?????
2010-03-07 15:35:27 - vajar
gigi keep peace, love 'n respect
2010-03-09 16:11:16 - Muammer Ardy
Ya musisi harus punya karya sendiri bukan memasukkan \\\"6 bar\\\" karya orang ke karyanya & mengakui sebagai karyanya yg orisinil.. Makin banyak di indonesia lagu yg mirip satu sama lain di part ini & itu, sungguh terlalu.. Buat GIGI, tetap orisinil ya! Peace Love \\\'N Respect Musik Indonesia..
2010-03-09 21:43:58 - reno ramadhan
GIGI is One.......
2010-03-20 16:47:00 - opex
kapan ke pekalongan masak belum pernah ke kota batik
2010-03-20 16:48:37 - opex
ku tunggu selalu sampai 2012 OKE, ntar aku beliin baju batik asli wong pekalongan
2010-03-22 17:28:47 - dudul
minta paspor yg rar nya font + logo gigi dong...... ngasih download an, tp ga ngasih tau paspor nya gmna ini teh? iklhas ga ngasih...??? yg tau bls d bwah komen ini aja yaaa
2010-03-22 22:11:45 - putra
mw gabung di milistnya GIGI susah bnget euy kumaha sih carana??????GIGI your is the one!!!peace,love n respect.

Verifikasi:
security code